Arania ikut tertawa kecil meskipun Haikal tidak bisa melihat nya.
" Mas ih.." rengek Arania
" Iya Sayangku, cintaku, Mas itu cinta banget sama kamu, udah mentok di kamu cintanya mas, jadi I Love You so Much Arania ku " ucap Haikal di seberang sana yang membuat Arania tak bisa menahan senyum nya bahkan kini wajah nya bersemu merah.
" kok nggak di jawab " protes Haikal di sebrang sana.
" I love you too mas " jawab Arania malu - malu.
" ya udah, kita istirahat dulu, nggak sabar pengen cepat halalin kamu " ucap Haikal
" mas " ucap Arania
" ya sayang " ucap Haikal lembut.
" Besok jangan sampai salah pas Ijab qobul nya ya, besok adalah hari yang kita tunggu - tunggu , mas harus bisa jangan salah pokoknya " ucap Arania
" iya iya sayang, mas sudah hafal, di luar kepala malah " ucap Haikal
" ya udah, beneran istirahat ya sekarang, udah buru - buru pengen lihat calon istri pake kebaya besok " ucap Haikal lagi
yang lagi - lagi membuat Arania tersipu dan bersemu merah, hingga akhirnya panggilan terputus membuat Arania kini merasa lebih baik setelah mendengar suara calon suami nya Haikal.
Haikal Hanggara, putra kedua dari pasangan Tuan Hardi Hanggara dan istri Keduanya Rike Hanggara.
Singkat cerita, Istri pertama Tuan Hardi Hanggara adalah Ayudia Aluna Hanggara, wanita cantik yang menjadi cinta pertama sekaligus pelabuhan terakhir tuan Hardi Hanggara, kehidupan Tuan Hardi dan Nyonya Ayudia awalnya Harmonis, bahkan Nyonya Ayudia Rela meninggalkan hidup mewahnya demi menemani sang suami Tuan Hardi Hanggara dari nol sampai bisa di katakan jaya. kebahagiaan Tuan Hardy dan Nyonya Ayudia bertambah karena kehadiran putra semata wayang mereka Biru Hanggara, hingga akhirnya kebahagiaan itu perlahan memudar saat seorang wanita muda datang bersama seorang bayi laki - laki dan mengatakan jika anak laki - laki itu adalah tuan Hanggara, awalnya Tuan Hanggara menolak keras, tapi wanita itu memiliki bukti jika dirinya pernah menjadi pelampiasan khilaf tuan Hardi saat dinas keluar kota, Tuan Hardi sempat murka karena ia sudah membayar mahal wanita itu, bukan tanpa alasan saat itu dirinya mabuk karena ulah rekan bisnisnya, tuan Hardi yang sudah tidak bisa mengendalikan diri langsung memasuki kamar hotel nya dan segera meminta sang asisten untuk segera mencari obat pereda mabuk untuk dirinya besok pagi, karena ia ingin segera pulang ke kota tempat tinggal nya esok hari, tapi entah bagaimana ceritanya, bangun - bangun sudah ada wanita di dalam pelukan tuan Hardi, tapi dengan kekuatan uang tuan Hardi semuanya bisa terkendali meski sebenarnya saat itu Tuan Hardi juga tidak begitu yakin, tapi apa yang di lihatnya begitu nyata termasuk sang asisten yang juga kaget saat melihat di kamar sang atasan ternyata ada seorang wanita.
Nyonya Ayudia yang shock sempat mendiamkan tuan Hanggara, bahkan sampai sakit keras, tentu saja keadaan nyonya Ayudia terdengar oleh keluarga nya, dan saat itu mau tak mau keluarga Nyonya Ayudia menjemput paksa Nyonya Ayudia , tapi Tuan Hardi Hanggara kekeuh tidak membiarkan Biru Hanggara ikut bersama keluarga sang mama. karena ia yakin sang istri Ayudia tidak akan bisa hidup tanpa Biru putra mereka, tapi ternyata semua keyakinan tuan Hardi meleset, setelah keluar dari kediaman Hanggara, Ayudia Aluna Hanggara bak hilang di telan bumi. Bahkan rela meninggalkan Biru Hanggara yang saat itu masih berusia sekitar empat tahun yang tentu nya masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
------------
Hari pernikahan Arania dan Haikal tiba, kini Arania dan Haikal duduk bersebelahan untuk melakukan ijab qobul.
" tahan ya mas Haikal, boleh di lirik saja dulu, tapi nggak boleh dekat - dekat " goda sang penghulu untuk mencairkan suasana.
dan tentu saja membuat semua yang ada di sana tertawa.
suasana terasa adem dan khidmat sebelum acara ijab qobul di mulai, bahkan semua mendengar kan wejangan yang di berikan oleh pak penghulu.
baik dari keluarga besar Sanjaya dan Keluarga besar Hanggara semua nya hadir untuk menyaksikan pernikahan Arania dan Haikal, dengan harapan acara hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
" Baik Mas Haikal, Sudah siap ya " ucap pak Penghulu
" siap pak " ucap Haikal mantap
" di Jabat tangan Bapak mertuanya mas " titah pak penghulu
yang langsung di turuti oleh Haikal, kini Haikal dan Tuan Sanjaya sudah saling berjabat tangan, jika ditanya apakah dua laki - laki beda usia gugup, maka jawaban nya adalah tentu saja iya, karena hal ini adalah sama - sama pengalaman pertama bagi keduanya.
tak kalah gugup nya di sebelah Haikal, yakni Arania yang sejak tadi hanya bisa merem*s kebaya nya karena merasa panas dingin. antara takut, gugup dan juga ingin acara ijab qobul nya segera selesai menjadi satu.
" baiklah, kita mulai ya " ucap pak Penghulu
" Saya nikahkan, dan Saya kawin kan Engkau.." ucap Tuan Sanjaya dengan suara tegas nya
" HENTIKAN PERNIKAHAN INI!!! " teriak seorang wanita dari pintu masuk gedung dengan suara lantang nya,
bahkan mampu membuat tuan Sanjaya tak meneruskan kalimatnya.
sontak saja semua mata tertuju pada suara yang tidak tau dari siapa. sementara Haikal menatap wanita itu dengan tajam.
wanita itu berjalan tergesa - gesa menuju kearah dimana akad segera berlangsung.
Brak!
wanita itu menggebrak meja dan menaruh sebuah foto di sana yang tak lain adalah foto hasil USG.
tentu saja semua mata tertuju pada wanita itu terutama yang ada di dekat meja akad termasuk Arania dan Haikal.
Haikal yang hendak meraih foto hasil USG itu kalah cepat dengan tangan Arania.
Arania menatap hasil USG itu, meski tidak tau cara membacanya , tapi yang Arania tangkap adalah tanggal pemeriksaan yang sama dengan hari pernikahan nya dan juga sebuah gambar lingkaran kecil pada kertas berwarna hitam putih itu.
" Bisa anda jelaskan apa maksudnya ini? " ucap Arania dengan tetap menatap foto hasil USG itu.
" Aku hamil, dan ayah Biologis anak ini adalah Haikal! " ucap wanita itu dengan lantang.
" WINA! " bentak Haikal
mendengar ucapan wanita yang di panggil Wina oleh calon suami nya, tangan Arania bergetar, bahkan tubuh nya hampir limbung untung saja masih ada kursi yang bisa langsung menopang tubuh Arania.
" kamu jangan asal bicara Wina! " bentak Haikal lagi.
" asal bicara apa Mas! kamu yang menikmati tubuhku, dan kini kamu mau lari dari tanggung jawab. hah?! " ucap Wina tak tau malu.
" itu foto hasil USG asli " ucap Wina lagi
" nggak! aku nggak percaya " ucap Haikal menyangkal.
" aku nggak perduli kamu percaya apa nggak mas, yang jelas kamu harus tanggung jawab! " ucap Wina tak mau kalah
" kamu, kamu seorang wanita, apa tega kamu bikin anak ini lahir tanpa seorang Ayah " ucap Wina pada Arania yang masih mematung di tempat duduknya sementara di dekatnya ada sang papa yang terus mengelus pelan punggung nya seraya berusaha menahan diri untuk tidak menghajar Haikal calon menantu nya.
" dia bukan anak aku! " bentak Haikal
" baik kalau kamu mau menyangkal, kita lakukan test DNA nanti " ucap Wina pantang mundur.
tangan Haikal terkepal kuat,
" Sayang, ini salah paham, aku bisa jelasin " ucap Haikal yang kini berbalik menatap Arania ia hendak menyentuh tangan Arania, namun dengan cepat Tuan Sanjaya menepis tangan Haikal.
" jangan sentuh putriku dengan tangan kotormu " ucap tuan Sanjaya sarkas
" pa, tidak seperti itu " ucap Haikal
" kita sudah di tahap ini pa, tidak mungkin aku dan Arania membatalkan acara yang sudah kita susun dengan susah payah " ucap Haikal.
" Aku akan menikah! tapi tidak dengan mu ! " ucap Arania dingin tatapan nya fokus ke depan tanpa berniat untuk menoleh sedikitpun kepada Haikal calon suami nya.
semua yang ada di sana merasa kasihan dan iba sekaligus pada Arania, mereka berpikir Arania akan melepas Haikal dan akan pergi dari gedung itu setelah ini.
" Sayang jangan bicara seperti itu, ini hanya salah paham " ucap Haikal masih berusaha menenangkan calon istri nya.