BAB 28 Suasana pagi di depan butik, ada sesuatu yang mengganggu ketenangan—sebuah mobil mewah yang sejak malam tak bergeser sedikit pun, bagai saksi bisu dari kegelisahan pemiliknya. Cua yang baru tiba menghentikan mobilnya tepat di samping mobil itu. Ia sempat mengernyit, perasaan curiga langsung hinggap begitu melihat sosok yang dikenalnya. Dengan langkah mantap, ia mengetuk kaca mobil tersebut. "Tuk ... tuk ... tuk!" Rey terperanjat. Lelaki itu membuka mata dengan berat, seolah baru terlempar dari mimpi panjang. Perlahan, kaca mobil diturunkannya, memperlihatkan wajah yang letih. Lingkar hitam di bawah matanya begitu jelas, rambutnya berantakan. "Sejak kapan di sini?" tanya Cua, tatapannya penuh selidik. Rey tidak langsung menjawab. Ia mendorong pintu mobilnya, lalu berdiri berhad

