KEGUGURAN

1412 Kata

BAB 30 Suara Rey tercekat, nada paniknya menggetarkan ruang yang hening. Tubuhnya kaku, kepalanya diselimuti kebingungan, sementara tangannya bergetar di udara, tak berani menyentuh. Naya menangis histeris, suara parau memecah keheningan. "Anakku ... Tuhan ... anakku ..." Tubuhnya berguncang hebat menahan sakit, bulir air mata jatuh tanpa henti, membasahi pipi dan rambutnya yang berantakan. Kata-kata itu menghantam Rey lebih keras daripada pukulan apa pun yang pernah ia rasakan. Anak? Otaknya serasa berhenti bekerja, tiap detik melambat. "Anak?" ulangnya, suaranya serak dan nyaris tak terdengar. Ia menatap darah di lantai yang berkilat di bawah cahaya lampu, lalu kembali ke wajah istrinya yang berurai air mata. "Kau ... kau hamil?" suaranya hampir berbisik, tapi penuh kepanikan yang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN