BAB 31 Kantor Pusat Pratama Groub Gedung megah itu sudah mulai lengang ketika mobil hitamnya berhenti di depan lobi. Dari luar, tak seorang pun akan menduga bahwa beberapa jam sebelumnya hidup Rey nyaris runtuh. Langkahnya tetap tegap, wajahnya dingin tanpa ekspresi, seolah tak ada yang mampu menembus tembok harga dirinya. "Selamat sore, Pak," sapa beberapa staf yang masih berseliweran. Ia hanya mengangguk singkat, masuk ke dalam lift tanpa sepatah kata. Di lantai paling atas, Pak Salim, sekretaris pribadinya sudah menunggu. "Naypat dengan manajer selesai dijadwalkan ulang, Presdir. Ada beberapa dokumen yang perlu ditandatangani." Ucap Pak Salim. "Taruh saja di meja," jawabnya singkat. Pak Salim menatapnya sekilas, melihat bagaimana jemari bosnya sedikit bergetar saat mengambil pen

