AMPLOP MISTERIUS

707 Kata

BAB 18 Di Kantor Pusat Pratama Group Pandangan Rey jatuh pada arloji di pergelangan tangan: pukul 22.30 Wajahnya basah oleh peluh, garis-garis lelah menggores jelas di bawah matanya. Selama seminggu terakhir, Rey hidup seperti mesin, terjebak dalam pusaran rapat, laporan, dan dokumen-dokumen yang tak kenal belas kasihan. Rey bekerja seakan dikejar sesuatu yang tak terlihat, tak lain demi satu hal: pernikahan yang sempurna. Dalam kepalanya, ia sudah mengatur segalanya dengan rapi: cuti seminggu penuh setelah pernikahan, bulan madu ke Paris, kota yang selama ini hanya hadir dalam mimpi Naya. Itu cukup menjadi penghiburan baginya, meski untuk mencapainya, ia harus menukar setiap jam tidurnya dengan kerja keras. Rapat akhirnya usai. Ruangan mendadak terasa longgar, meski udara masih berat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN