MALAM PERTAMA

792 Kata

BAB 15 Satu bulan kemudian  "Apa sudah beres semua, Pak Salim?" tanya Rey, sambil menatap bayangannya sendiri di cermin kamar. Setelan jas mewah membungkus tubuhnya yang tegap, potongan rambut tersisir rapi ke belakang, memperlihatkan dahi lebar yang menegaskan wibawanya. Sesosok pemuda yang sempurna, tampan, sekaligus berbahaya. "Mohon izin, Pak Anwar sudah membereskan segalanya, Presdir," jawab Pak Salim mantap. "Semua media telah dibungkam, seluruh pemberitaan yang menyangkut Nona Naya sudah dihapus. Tak ada jejak yang bisa melacak masa lalunya." Rey menghela napas lega, sudut bibirnya terangkat. "Ternyata insting kakek masih tajam." "Pak Salim, jalan duluan. Malam ini aku sendiri yang akan menjemput Naya." "Baik, Presdir." Malam pesta ulang tahun perusahaan Lampu kristal be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN