BAB 16 Rey membuka mata ketika cahaya pagi menembus tirai kamar. Tangannya terulur ke sisi ranjang, namun hanya mendapati dingin yang sunyi. Naya sudah tidak ada di sampingnya. Di atas bantal, secarik kertas kecil menunggu untuk dibaca, dengan tulisan tangan halus yang begitu ia kenal. Mas ... Maaf aku pergi tanpa membangunkanmu. Mas tidur sangat nyenyak, aku tidak tega. Ada yang harus aku selesaikan di butik, jadi aku buru-buru pergi. – Naya– Rey tersenyum tipis. Memo itu ia genggam seolah menyimpan jejak hangat sang kekasih. Ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh telanjangnya, lalu pandangannya terhenti pada noda samar berwarna merah muda yang m*****i seprai putih bersih. Rey mengelus noda merah muda tersebut. 'Teryata ini pengalaman pertama mu' Rey nampak tersenyum puas, ia

