BAB 45 Tiga tahun kemudian Tiga tahun telah berlalu. Waktu berputar cepat, meninggalkan jejak yang tak hanya mengubah cerita hidup Rey dan Naya, tapi juga menambah warna baru dalam perjalanan mereka. Di sebuah kantor megah, Rey duduk di kursi eksekutifnya, kemeja putihnya sedikit tergulung di lengan, wajahnya serius menatap tumpukan dokumen. Telepon berdering, laptop terbuka dengan rapat online yang menunggu. Namun, di sela kesibukan itu, pandangannya melayang pada bingkai foto di meja kerjanya. Senyum perlahan tersungging di wajahnya. Foto keluarga itu menangkap momen bahagia: Rey tampak gagah menggendong seorang bocah laki-laki berumur dua tahun, matanya berbinar penuh kepolosan, sedang Naya di sampingnya tersenyum lembut sambil membopong bayi perempuan mungil dengan bando pink yang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


