Pelet, part 23

1079 Kata

“Daripada untuk pemuda miskin seperti dia, mending aku aja yang nikmati Sulis,” celetuk Arya tiba-tiba. Damar dan Amran langsung menolehkan kepalanya ke arah Arya bersamaan dengan tatapan tajam ketika mendengar kata-kata barusan. “Bercanda, aku cuma bercanda kok. Serius amat sih?” kata Arya sambil mengangkat kedua tangannya dan tertawa kecil ke arah Damar dan Amran. “Aku mengenalmu bukan setahun dua tahun, Babi! Kalau ada kesempatan kau pasti melakukan itu. Ingat, kau boleh sentuh Widya atau wanita lain dari keluarga Imron tapi tidak dengan Sulis!” ancam Amran. Arya cuma mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban untuk ancaman Amran. “Lalu sekarang apa yang mau kita lakukan ke anak ini?” tanya Damar ke arah Amran dan Arya. “Aku rasa sudah cukup, kalau diteruskan bisa panjang urusannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN