Pelet, part 24

1050 Kata

‘Kalau kau masih hidup setelah ini, ingat kata-kataku! Jangan berani-berani lapor polisi dan mendekati istriku lagi!’ Udin meremas kertas berisikan tulisan tangan yang barusan dibacanya dengan penuh rasa benci. Dia masih terbaring di tempatnya sekarang. Di atas rerumputan entah di mana. Seluruh tubuh Udin terasa ngilu. Dia mencoba untuk mengumpulkan tenaga sebisanya sebelum berusaha untuk pergi dari tempat ini. “Ya Allah… Bu’e… Panggilkan si Sawir! Cepetan!” Sebuah suara tiba-tiba terdengar dan mengagetkan Udin. Tak lama kemudian, Udin mendengar suara derap kaki yang mendekat ke arahnya. Dia mendengar celotehan yang dipenuhi rasa panik dan kuatir sesaat kemudian sebelum akhirnya Udin merasakan tubuhnya melayang dan dia kembali tak sadarkan diri. ===== “Banyuanteng? Di mana itu, Le?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN