Bab 57: Maria, Si Umpan

1346 Kata

"Kamu tidak mendaftar?" Sophie membelalak pada si cantik berambut merah. Maria menggelengkan kepalanya sambil melangkahi akar pohon yang mencuat. Sophie terus bicara. "Kenapa tidak? Ini kan kesempatan luar biasa!" Mereka sedang bergerak menuju kelas berikutnya sehingga keduanya bisa mengobrol sejenak. Jadwal Maria yang padat tidak memungkinkan mereka untuk bercengkerama di lain waktu. Tanpa memedulikan diamnya Maria, sahabatnya berkata, "Kulihat kau sering melukis. Kamu pasti menaruh minat pada seni. Kalau benar, maka kamu pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Bukankah setiap seniman bercita-cita mengadakan pamerannya sendiri?" "Ya... Kamu benar soal itu. Maksudku, 'Cita-cita setiap seniman'." "Jadi, lakukanlah, Maria!" seru Sophie berseri-seri pada si jelita. Maria tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN