BAB 64. Rein.

1709 Kata

Aku terbangun di dalam pelukan Stevi. Aku rasa senyumku tidak pernah secerah pagi ini sebelumnya. Dia masih terlelap, dan bahkan dalam tisurnya dengan rambut yang berantakan karena semalam aku ciumi lagi sampai puaspun dia tetap terlihat cantik. Aku kemudian mengecup bibirnya sekali, matanya tampak bergerak tapi dia tidak bangun. Lalu aku mengecupnya lagi dan dia masih tidak terbangun juga. Karena itu selanjutnya aku melumatnya sedikit pelan dan itu berhasil membuatnya membuka mata sambil bergumam di sela lumatanku. Tapi aku tidak melepaskannya sekalipun dia berusaha melepaskannya. Stelah aku rasa dia akan kehabisan napas, baru aku melepaskannya dengan tidak rela. “Aku belum sikat gigi.” Protesnya. “Nggak papa, aku tetep suka. Selamat pagi sayang.” Balasku dan lagi-lagi pipinya memerah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN