Aku bersyukur karena memiliki mas Rein sekarang. Setidaknya aku tidak begitu terganggu dengan kedekatan Argan dan Naya. “Mau makan dulu nggak?” Mas Rein bertanya sambil menggoyangkan tanganku yang ada di genggamannya. “Boleh, Mau makan ayam yah mas!” Aku setengah merengek dan mas Rein tertawa ringan. “Siap boss, ayam yang itu aja yuk!” Ajak mas Rein sambil menunjuk salah satu kedai ayam. “Oke boss!” Balasku kemudian kami menuju tempat itu dan mulai memesan. “Pudingnya nggak usah yah? Minumannya udah manis.” Ucap mas Rein padaku dengan tatapan memohon. Lucu sekali karena dia tidak mau membuatku marah. “Kali ini aja yah mas? Aku pengen dua-duanya.” Balasku merengek. Mas Rein mendesah kemudian terpaksa mengangguk. Aku mengulum senyum. “Tapi besok makan makanan sehat!” Ucapnya tidak ing