Tasya tampak menimbang baik dan buruknya mengizinkan Damar tidur bersamanya malam ini. Mereka pernah sekali tidur bersama dan berakhir dengan petaka yang menyebabkan Tasya hamil sekarang. Tasya tentu saja tidak akan pernah melupakan kejadian malam itu hingga membuatnya ragu untuk mengizinkan Damar tidur bersamanya lagi. “Aku janji enggak akan melakukan apa pun, Sya. Aku hanya ingin tidur bersama kamu dan calon anak kita,” lanjut Damar ketika Tasya tak kunjung membuka suara. Tasya menatap Damar. Dia melihat kesungguhan dari sorot mata Damar yang sedang menatapnya. “Baiklah. Tapi, kamu harus janji hanya tidur saja, Mas,” ujar Tasya, akhirnya memberi izin. Damar mengangguk dengan mantap. “Iya, Sya. Aku janji hanya tidur saja. Paling sedikit mengusap perut kamu,” ujarnya memberi tahu. “Bol
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


