Tasya akhirnya berangkat kerja kembali pada hari Senin. Dia sudah bersiap-siap sejak pagi dan membuat sarapan untuk Damar, sementara dirinya yang masih mengalami morning sickness di pagi hari hanya minum s**u hamil dan makan buah-buahan sebagai menu sarapan. “Apa kamu kenyang hanya sarapan s**u dan buah-buahan, Sya?” tanya Damar, memandang Tasya yang sedang menghabiskan buah-buahan di piringnya. “Untuk sekarang sudah kenyang, Mas. Aku sudah membawa biskuit dan buah-buahan untuk dimakan di kantor bila lapar nanti,” ujar Tasya, memberi tahu. “Baiklah. Kalau kamu butuh apa-apa nanti hubungi aku saja Sya,” timpal Damar. “Iya, Mas,” sahut Tasya menganggukkan kepala, meskipun dia tidak yakin akan melakukan apa yang diperintahkan oleh Damar. “Kita berangkat sekarang, Sya?” tanya Damar, kem

