Tasya dan Damar mulai aktif bekerja kembali pada hari Senin pagi. Sejak subuh, Tasya menyibukkan diri di dapur untuk membuat sarapan bagi mereka. Dia hanya memasak menu makanan sederhana yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk memasaknya. Tak lupa Tasya menyiapkan secangkir kopi sesuai dengan permintaan Damar. Damar sudah rapi mengenakan setelan kemeja dan celana panjang hitam dengan jas yang tersampir di lengan kiri ketika keluar dari dalam kamarnya. Dia duduk di kursi makan, lalu meletakkan tas kerja dan jas yang ia bawa ke kursi kosong di sebelahnya. Tasya ikut bergabung di meja makan setelah meletakkan menu sarapan dan secangkir kopi untuk Damar di atas meja. Tanpa banyak bicara, mereka berdua mulai menyantap sarapan pagi mereka. “Kamu berangkat sendiri atau bersamaku, Sya?” tany

