Sudah beberapa hari berlalu sejak insiden yang terjadi pada malam di mana Damar pulang dalam keadaan mabuk. Namun, hingga saat ini sikap Tasya masih dingin dan selalu menghindari Damar. Mereka berdua tidak pernah makan bersama dalam satu meja lagi. Tasya tidak pernah memasak sarapan maupun makan malam untuk mereka. Dia selalu berangkat kerja pagi-pagi sekali dan pulang saat malam. Tasya akan langsung mengurung diri di kamar setelah selesai membersihkan diri. Damar hampir tidak pernah bertemu ataupun bertegur sapa dengan Tasya ketika di apartemen. Damar tidak tahu bagaimana cara membujuk Tasya agar memaafkan perbuatannya dan mau bicara lagi dengan dirinya. Damar merasa kesepian dan kehilangan sosok Tasya di hidupnya. Meskipun intensitas pertemuan mereka sangat minim, tapi Damar merasa mem

