Damar merutuki kebodohan yang telah ia lakukan tadi malam. Damar menyesal karena telah lepas kendali hingga menyakiti Tasya. Damar dalam keadaan setengah sadar saat merenggut kesucian milik Tasya. Dia tidak sepenuhnya ingat alasan yang membuatnya sampai nekat berbuat seperti itu. Selama ini Damar selalu bisa menahan nafsunya ketika bersama Tasya. Meskipun Damar dan Tasya tinggal dalam satu atap yang sama dan terkadang Damar merasa tergoda oleh penampilan Tasya, tapi dia selalu bisa menahan diri dan tidak melanggar kesepakatan yang telah mereka buat. Kini, Damar dihinggapi perasaan bersalah. Semenjak keluar dari kamar Damar, Tasya mengurung diri di kamarnya sendiri dan tidak mau keluar, meskipun Damar telah berulang kali membujuknya. Damar mengerti Tasya sangat marah kepadanya, tapi dia k

