Tasya menangis sesenggukan di atas tempat tidur Damar. Tubuh polosnya tertutup selimut hingga sebatas leher. Setelah Damar selesai melampiaskan nafsunya, dia langsung tertidur. Sementara Tasya tidak bisa memejamkan mata karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama pada organ kewanitaannya. Hampir sepanjang malam Tasya menangis meratapi nasibnya. Dia sangat menyesalkan perbuatan Damar yang tidak beretika. Tasya dan Damar sudah membuat kesepakatan untuk tidak melakukan hubungan suami istri sebelum membicarakannya terlebih dahulu. Namun, semalam Damar melakukannya secara paksa dan dalam keadaan mabuk di mana Tasya tidak bisa melakukan perlawanan dan hanya pasrah dengan perbuatan Damar itu. Matahari mulai menampakkan sinarnya di balik gorden jendela yang masih tertutup. Tidur Damar m

