BAB 100

1042 Kata

Tasya jauh lebih tenang setelah Damar meyakinkan dia dan berjanji tidak akan meninggalkannya dan calon anak mereka. Tasya berusaha menerima kehamilannya dan akan menjaga calon anak mereka sebaik mungkin. Tasya masih mengalami muntah-muntah di pagi hari. Namun, kini dia sudah bisa mengatasinya setelah mengetahui apa yang dialaminya merupakan morning sickness. Tasya menyiapkan teh mint dan biskuit rasa asin sebagai menu sarapannya kali ini setelah memuntahkan seluruh isi perutnya. “Apa kamu kenyang hanya makan biskuit itu, Sya?” tanya Damar, menatap Tasya yang sedang memakan biskuit rasa asin di hadapannya. “Lumayan, Mas. Setidaknya perut aku enggak kosong setelah muntah tadi,” jawab Tasya. Damar mengangguk, mengerti. Dia sendiri mulai menyantap nasi goreng yang menjadi menu sarapannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN