Setelah mengobrol cukup lama dengan ayah Tasya, Damar akhirnya berpamitan pulang. Dia tidak mau mengganggu waktu istirahat ayah Tasya yang baru keluar dari rumah sakit. Saat berpamitan, Ayah Tasya meminta Damar untuk sering berkunjung ke rumah ini. Damar mengiyakan permintaan itu dengan senang hati. Dia masih perlu bertemu dengan ayah Tasya untuk menyampaikan keinginannya meresmikan hubungan dia dan Tasya. Tasya mengantar kepergian Damar hingga ke teras depan rumah. Dia melihat Damar terus tersenyum sambil melirik ke arahnya. Tasya mengerti mengapa Damar melakukan hal itu. Dia yakin Damar sangat puas setelah mendengar perkataan ayah Tasya yang telah merestui hubungan mereka. “Kenapa Bapak terus-menerus tersenyum ke arah saya?” tanya Tasya, ketika mereka berhenti di teras depan rumah. “