Beryl membuka kelopak mata sesaat sinar matahari menerobos masuk melewati jendela kaca yang ada di kamarnya. Rasanya pagi ini Beryl merasa capek. Tubuhnya berguling ke samping kiri dan kanan. “Hoaammm…” matanya melirik pada jam dinding. Masih pukul tujuh pagi. Kalau boleh sih Beryl ingin meminta waktu tidur lebih lama lagi. Sayang itu cuma di angan terliarnya saja. Beryl harus bangun dan pergi ke kampus. Setelah itu rutinitasnya adalah mengurusi bayi besar Isabella boyongan ke tempat baru. Tinggg… Ponsel Beryl berbunyi. Membuyarkan angan haluan yang tercipta setelah bangun tidur. Bukannya segera bangun yang ada Beryl lakukan hanya diam, berpikir, seperti orang melamun saja. “Siapa sih yang gangguin gue pagi-pagi begini.” batinnya merasa nelangsa pagi indahnya diganggu oleh si pengiri

