Isabella menatap ruangan disekelilingnya. Kosong. Tubuhnya berkeliling kesana kemari. Mencari keberadaan orang lain. Nihil, tidak seorang pun. Seolah tak ada kehidupan disana. "Hallo…" "Spadaa…" "Ada orang?" Tak ada sahutan. Isabella masih berusaha sabar mencari. "Beryl." Isabella mengingat satu nama. Hanya Beryl tapi tetap saja tidak ada sahutan. Isabella tersandung. Terjatuh hampir saja mencium tanah. Jika tangan seseorang tak sigap membantunya. "Diiianaaaa?" Mulut Isabella bergetar. Tak bisa mengatakan banyak kalimat. "Kak Diana?" ulangnya demi menyadarkan diri. Apa benar yang dihadapannya ini adalah Diana, kakak perempuannya?! Perempuan dengan rambut sebahu hanya diam. Sembari memandang Isabella datar. Isabella merasakan dingin di tangan Diana. Kakaknya menggenggam jem

