Isabella memeluk tubuh Beryl dari samping. Malu sih kalau di kampus nanti ketahuan orang-orang. Tidak masalahnya Isabella enggan memisahkan diri. Berada dalam dekapan Beryl sangat nyaman. Sulit dijelaskan. "Apa?" kata Beryl sembari fokus menyetir. Di sampingnya Isabella bergelung nyaman memeluk tubuhnya. Beryl tersenyum kecil. Sesekali mencuri ciuman di pucuk kepala Isabella. "Kenapa jadi manja gini, sih." Gemas pada perilaku Isabella. "Mau apa?" Beryl mendapati Isabella menatap ke arahnya. Kemudian bergelung kembali. Seperti bocah kecil yang takut ditinggal induknya. Isabella menatap jalanan. "Enggak ada. Mesra dikit, kan, nggak apa-apa." ujarnya agar Beryl tidak mempermasalahkan sikapnya yang kelewat manja. Beryl tidak memprotes apapun. Dia manut saja. Toh, momen seperti ini ak

