"Kenapa kita kesini?" Isabella turun dari mobil sampah dengan dibantu oleh Beryl. Dengan telaten pula Beryl menggandeng tangan Isabella menuju rumah kedua orang tuanya. Beryl menatap lurus ke depan. "Nggak ada yang lebih aman dari tempat ini sekarang, Bella. Lo harus tinggal disini sementara waktu." ujar Beryl terus membawa Isabella masuk ke dalam rumah. Isabella mengangguk saja. Rasanya badannya lengket penuh sampah. "Badan gue bau, Ber." Isabella mengeluh. Begitu terasa menusuk indera penciuman kala terbiasa dengan aroma wangi. Namun kali ini bau sampah mendominasi. Isabella mual. Hoekkk… "Lo nggak apa-apa?" Beryl memijat tengkuk Isabella. Sepertinya Isabella memang akan jatuh sakit. "Gue nggak kuat sama bau ini, Ber. Kepala gue pening banget." keluhnya sembari mencari pegangan

