Suara kunci pintu di putar. Dengan gerakan cepat pintu terbuka. Isabella dan Beryl sudah asyik menanggut bibir satu sama lain. "Apa yang kalian lakukan?" Gia berujar penuh keingintahuan. Padahal seharusnya dia sendiri paham apa yang dilakukan dua orang di rumah bordil ini. Laki-laki dan perempuan saat mereka berada di satu kamar yang sama. Beryl berdecak malas. Mengumpat beberapa kali. Ketika aktivitas berciuman bersama Isabella diganggu. "Seharusnya kau tau aktivitas apa yang akan kami lakukan!" Sengit Beryl menjawab pertanyaan Gia. Apa g***o sekaligus majikan Isabella itu bodoh atau bagaimana. Dia yang menjadi pawang kenapa malah bertanya hal tidak jelas begitu. "Bisakah kau berikan kami privasi?" ujar Beryl dingin. Terlihat jelas dia marah sekaligus kecewa pada pelayanan Gia.

