Si tua

1754 Kata

"Masuk!!!" "Cepat sana masuk!" Perintahnya dengan sangat kejam. Mendorong hingga terjerembab ke lantai. Memukul juga menjambak rambut para gadis-gadis yang masih berumur belasan tahun. Tak pernah dibenaknya merasa kasihan sedikitpun. Yang ada dipikirannya hanya uang, uang, dan uang. Isabella menyaksikan semua perlakuan itu. Mulai dari bagaimana cara para gadis-gadis itu digelandang seperti sapi. Lalu dipaksa melayani laki-laki hidung belang yang sebenarnya sudah pantas dipanggil kakek. Tak kalah mengerikan sesaat setelah para bocah kecil melayani satu orang. Ganti dengan orang berikutnya. Atau kalau perlu mereka bebas dibawa kemanapun. Bahkan digilir lebih dari satu pria. Pemandangan merusak mata. Apalagi sekarang berbagai latihan fisik layaknya model catwalk tengah di gerakan. Gi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN