"Apa yang bisa gue lakukan untuk ngebuat gue bisa keluar dari tempat terkutuk ini sekarang juga?" Isabella berujar dengan mondar mandir sejak setengah jam lalu. Matanya menoleh pada si tua yang terlelap karena terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur. Huffttt… Tadi Isabella menjerit memohon agar si tua tidak menyentuh tubuhnya. Alhasil dia malah meminta Isabella melakukan tindakan diluar pikirannya. Tak wajar memang. Hanya meminta Isabella menari berlenggak-lenggok di hadapannya. Namun tetap menggunakan busana. Betapa beruntungnya Isabella malam ini. Isabella menggeleng cepat. "Siall, itu bukan keberuntungan. Melainkan musibah yang terbungkus apik saja." ujarnya mulai sadar bahwa si tua tetap saja tengah melakukan pelecehan. Namun dengan cara berbeda. Mata Isabella menelusuri tubuh

