"Mamaaa...hiks… Tasya mau pulang." Gadis dengan pakaian seragam SMP. Dia memeluk erat tas sekolah. Lalu tersedu kembali saat Gia datang dengan wajah bersinar seperti mendapatkan jatah bongkahan emas. "Senyum mengerikan." pikir Isabella penuh pada bagaimana cara Gia menyikapi setiap perempuan yang datang kesini. Isabella bisa menyimpulkan mereka semua korban. Mulai karena godaan, bisikan, hingga penculikan seperti yang dialaminya. Anehnya, kenapa tempat terkutuk ini tak terendus oleh media. Apa mungkin saking ketat dan rahasianya hingga membuatnya bisa bertahan lama. Tapi Isabella percaya meskipun sejauh apa rumah bordil beroperasi tetap saja akan menemui titik kehancuran. Karena di dunia ini tidak selamanya sesuatu yang membudidaya akan langgeng. Kecuali memang beberapa orang denga

