Kritis

2014 Kata

Azlio kelimpungan begitu membuka ruangan. Tidak dipungkiri ada rasa terkejut saat menemukan orang-orang tergeletak bersimbah darah.  Di ujung sana dekat sebuah tiang besi ada Beryl di pangkuan Isabella. Isak tangis Isabella masih menggema kuat di ruangan tersebut. Sesekali perempuan itu memanggil nama Beryl agar membuka mata dan tidak kehilangan kesadaran. Padahal tangannya sendiri juga habis terkena luka tembak meski tidak separah Beryl. "Cepat telpon ambulan." kata Danis dengan sigap membalut luka di kaki Jesika. Sementara telinganya masih terus mengeluarkan darah.  "Tahan sebentar. Ini akan menghentikan pendarahannya." kata Danis kala Jesika terus meraung kesakitan. Jelas saja siapa yang bisa menahan sakit saat kulit ditembus paksa oleh peluru.  Azlio dengan sigap membantu Beryl. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN