Mama Elis berlari tergopoh di rumah sakit. Di sampingnya papa Ezra sibuk menenangkan sang istri agar tidak panik berlebihan. Wajar memang ketika anak sakit, orang tua akan merasakan rasa khawatir berlebihan. Tapi masalahnya sekarang Beryl bukan sakit biasa. Namun sakit karena luka tembak. Kondisinya juga sangat kritis. "Beryl. Anakku." "Jagoanku...hiks…" mama Elis tenggelam dalam pelukan papa Ezra. "Tenang, ma. Kita doakan sama-sama Beryl segera melewati fase kritisnya." ujar papa Ezra guna menenangkan sang istri. Meskipun sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama. Merasa khawatir tak terkendali. "Maa...paa…" sapa Briana mempersilahkan kedua orang tuanya masuk ke ruang ICU. Mama Elis dan papa Ezra berhenti di depan pintu masuk. "Beryl, Bri." Mama Elis berganti memeluk anaknya.

