Khilaf Dikit gak Ngaruh

1174 Kata

Bagi Dante, menenangkan Jena itu tidak terlalu susah. Dia hanya perlu dipeluk, dibiarkan sampai menangis puas sambil menceritakan kemelut di hatinya. Hanya seperti itu saja sudah cukup. Sama seperti sekarang. Bedanya, dia minta nambah peluk sambil tiduran. Dan tentunya ini cukup menguji iman serta kejantanan seorang Dante, bukan? “Jen, kamu kayak gini beneran bikin darahku berdesir.” Jena hanya berdehem, tapi eratan tangannya makin kuat lagi melingkar. Bahkan kini satu kakinya sudah naik di atas paha Dante. Kesabaran Dante yang setipis tisu dibelah dua langsung hilang. Hanya dalam satu gerakan, dia membalik tubuh Jena telentang di bawahnya. Kedua tangannya di cekal naik ke atas, lalu kakinya ditindih. “Agghh!” Seketika mata Jena yang tertutup langsung membelalak kaget. “Kamu suka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN