“Mas!” panggil Zoya dengan lirih Ketika masuk ke dalam ruangan Zoya melihat suaminya sudah terbangun. Ia tersenyum menatapnya. Zoya sudah mendengarkan penjelasan dari sang dokter. Dan ternyata sakit yang dirasakan Zeo pengaruh dari kondisinya saat ini. Zeo menatap ke arah istrinya. “Kepalanya masih sakit?” tanya Zoya Zeo menggeleng pelan. “Alhamdulillah, lebih baik.” “Alhamdulillah. Jangan sakit-sakit lagi, mas. Zoya khawatir sama kondisi Mas Zeo.” “Maaf, ya!” Zeo meraih tangan Zoya lalu mencium punggung tangan istrinya. Ia tidak bermaksud membuat istrinya khawatir. Rasa sakit di kepalanya terjadi begitu saja. Dan sekarang satu per satu ia mengingat semuanya, hanya saja ia tidak mengatakan hal tersebut pada Zoya. Zoya terdiam sejenak. Ia teringat dengan penjelasan sang dokter

