“Emhh..” lenguh Zoya “Mashh.. hati-hati!” Zoya meracau tidak jelas dengan sesekali memberitahu Zeo untuk hati-hati ketika melakukannya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan bayi dalam kandungannya. Kuku panjang Zoya menggores punggung kokoh suaminya. Ia melampiaskan dengan hal itu. “Dikit lagi, sayang!” ujar Zeo dengan suara berat “Mashh…” Dan… “Aahhh..” lenguh keduanya Zeo dan Zoya telah mencapai kenikmatan dunia. Keringat membanjiri tubuh keduanya. Bahkan semilir angin rasanya tidak berguna bagi mereka berdua. Nafas keduanya memburu. Zoya dan Zeo saling berebut udara untuk bernafas. “M-mas, rasanya Zoya mau kehilangan nafas.” ucapnya dengan nafas terengah “Mau saya kasih nafas buatan?” Zoya menggelengkan kepalanya. “Jika Mas Zeo melakukan itu Zoya nggak akan bisa isti

