Zeo menemui pihak resepsionis untuk berpesan padanya tentang suatu hal. Ia akan pulang sebentar untuk memberitahu istrinya tentang hal ini. Zeo juga akan membawa Zoya ke rumah sakit agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka. “Baik Pak, kami akan menyampaikan informasi ini pada Dokter jika dibutuhkan.” “Terima kasih!” dan setelahnya Zeo berjalan keluar Zeo berjalan menuju parkiran dengan langkah terburu-buru. Ia yakin Zoya menunggu pesan darinya sejak tadi. Setelah menjadi Orang Tua pikiran Zeo dan Zoya semakin dewasa. Mereka hidup bukan lagi hanya untuk berdua, melainkan ada Zakira. “Maafin mas ya, sayang!” gumam Zeo Zeo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata agar segera sampai di Pesantren. Ia tidak memiliki banyak waktu, apalagi wanita itu dalam masa p

