Bab 75

1340 Kata

Satu minggu kemudian. “Oee.. oee..” “Sstt.. di sini Bunda, sayang! Udah, jangan nangis terus ya.” ujar Zoya sembari menimang kecil bayinya Zoya menatap lekat wajah bayi itu. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Di saat masih bayi dia harus kehilangan Ibu’nya. Ibu’nya begitu hebat bisa mempertahankan bayinya sampai lahir ke dunia, meskipun dirinya tidak bisa menemani seumur hidup. Permintaan wanita itu sering kali berputar di kepala Zoya setiap malam. Terbesit rasa takut di hatinya. Zoya takut tidak bisa berbuat adil pada kedua anaknya. Ia terus berusaha dan belajar menjadi Ibu yang baik untuk anak-anaknya. “Tidur ya, sayang!” ujar Zoya sembari mengelus kening putri keduanya “Oee.. oee..” Tiba-tiba Zahira menangis kencang membuat Zoya tersentak kaget. Ia sedang menggendong Hasn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN