Bab 76

1343 Kata

Beberapa hari kemudian. Zoya mendorong dua stroller bayi menuju Taman Pesantren. Seperti biasa, setiap pagi ia selalu membawa kedua putrinya untuk jalan-jalan menikmati udara pagi. Udara masih sehat, cocok untuk bayi. Zoya berhenti di bawah pohon rindang lalu duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya. “Kita di sini saja ya, sayang!” ucapnya sembari tersenyum “Eh, Mbak Zahira ketawa. Kenapa, nak? Ada yang lucu sama Bunda, hm?” Zahira sering sekali tersenyum ketika bersama kedua Orang Tuanya. Sepertinya ketika sudah besar Zahira menjadi sosok yang ramah dan mudah tersenyum pada orang di sekitarnya. Tiba-tiba ada beberapa orang santri datang menghampirinya. “Assalamualaikum.” salam mereka “Waalaikumsalam.” Zoya tersenyum manis. “Eh, ada mbak-mbak santri, sayang.” “Sini duduk!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN