Dua bulan kemudian. Yang tadinya perut Zoya benar-benar rata sekarang terlihat sedikit buncit dari yang sebelumnya. Bibirnya tidak berhenti tersenyum membayangkan kebahagiaan jika buah hatinya sudah lahir ke dunia. Tiba-tiba matanya ditutup oleh seseorang dari arah belakang. Tanpa bertanya Zoya sudah tahu pelakunya. “Zoya tahu kalau ini Mas Zeo!” “Yah.. nggak asik. Udah tahu ternyata.” Zeo duduk tepat di samping istrinya dengan wajah cemberut. Ia berniat menakuti sang istri namun ternyata Zoya lebih dulu mengetahuinya. “Dari kejauhan aja Zoya tahu kalau itu Mas Zeo.” “Oh, ya? Kenapa bisa gitu?” “Dari harum Mas Zeo.” Zeo terkekeh geli mendengarnya. Zeo menunduk menatap perut istrinya. “Adik gimana? Sehat-sehat kan?” “Alhamdulillah, mas." “Apa Mas Zeo selama ini nggak merasa

