Ceklek Mendengar suara pintu terbuka Abah Edwin dan Umi Arini langsung berdiri. Dan ternyata sang Dokter dan Zeo keluar dari ruangan. Mereka melihat kedua pipi Zeo dibanjiri oleh air mata. Rasa haru sekaligus bahagia menyelimuti keluarga ndalem. “Abah, Umi!” lirihnya dan langsung memeluk kedua Orang Tuanya “Selamat ya, nak!” “Akhirnya kamu jadi seorang Ayah. Tanggung jawab kamu semakin besar.” ujar Umi Arini “Terima kasih, Abah, Umi. Tanpa bantuan dan doa kalian entah apa yang akan terjadi.” Umi Arini dan Abah Edwin tersenyum mendengarnya Umi Arini mengelus punggung putranya. Beliau merasa sangat bangga pada putra satu-satunya itu. Perjuangannya begitu besar. Setelah menikah Zeo tumbuh semakin dewasa. Dokter tersebut tersenyum haru melihat Keluarga Zeo. Beliau ikut bahagia men

