“Mas.. sakit!” ujar Zoya sembari mencengkram tangan suaminya “Sabar ya, sayang!” Mata Zoya berkaca-kaca karena rasa sakit di perutnya. Ia harus menunggu sampai pembukaan lengkap, namun di satu sisi rasanya tidak sanggup menahan rasa sakitnya. Genggaman tangan Zeo begitu kuat. Hanya doa dan support yang bisa ia lakukan saat ini. “Zoya nggak kuat, mas.” “Hushh!” “Kamu nggak boleh berkata seperti itu. Ada mas yang akan terus menemani kamu selama proses lahiran.” tegur Zeo Zeo tidak suka dengan perkataan istrinya barusan. Ia memang tidak tahu seperti apa rasa sakit yang dialami istrinya. Namun dibalik itu semua doa’nya terus mengalir untuk memberikan kekuatan. Sebagai seorang suami Zeo tidak sanggup melihat istrinya kesakitan, namun di satu sisi ia tidak bisa berbuat apa-apa sela

