Malam yang ditunggu oleh keluarga ndalem. Di mana mereka melaksanakan acara tasyakuran tujuh bulanan kandungan Zoya. Pihak keluarga dan para santri ikut bahagia dengan acara tersebut. Zoya menunduk mengelus perut buncitnya. Ia tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu. “Terima kasih sudah tumbuh dengan baik di dalam perut Bunda, nak. Bunda tidak sabar menunggu kelahiran kamu.” gumamnya “Tujuh bulan ini kamu selalu menemani ke manapun Bunda pergi. Bahkan di saat sedang tidak baik-baik saja.” “Bunda sangat menyayangi kamu, sayang.” lirihnya Dari kejauhan Zoya menatap suaminya yang tengah mengikuti acara pengajian. Meskipun Zeo belum mengingat semuanya namun hal itu tidak mengurangi kebiasaan baiknya sebagai kepala rumah tangga. Zoya tersenyum menatapnya. “Ya Allah, kembalikan inga

