Bab 43

1000 Kata

“Mas berangkat dulu, ya!” ujar Zeo sembari mengelus pucuk kepala istrinya Zoya mengangguk sembari tersenyum. “Kalau ada apa-apa langsung hubungi, mas!” “Iya, mas.” “Oh ya, karena hari ini mas ada kegiatan di luar Pesantren mas nggak bisa fast respon balas pesan kamu. Mas harap kamu mengerti.” Lagi-lagi Zoya mengangguk sebagai jawaban. “Iya, mas. Zoya bisa ngerti kok.” “Alhamdulillah, kalau kamu mengerti.” “Terima kasih.” ujar Zeo Cup Zeo mencium kening istrinya cukup lama, penuh perasaan. Setelahnya ia berlutut menyamakan wajahnya dengan perut sang istri tercinta. Setiap ingin berpergian Zeo selalu pamit pada buah hatinya. Cup “Adik, Ayah berangkat kerja dulu, ya! Doa’kan Ayah selalu dalam lindungan Allah.” Bisiknya dengan suara lembut “Mas Zeo kok bicaranya seperti itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN