Bab 28

1080 Kata

“Boleh saya bergerak?” Zoya mengangguk pelan. “Pelan-pelan, mas! Zoya takut menyakiti adik.” “Iya, sayang.” Gelapnya malam, heningnya suasana menjadi saksi bisu cinta Zoya dan Zeo. Keduanya menyatu dengan sempurna. Dinginnya suasana malam seolah tidak berpengaruh bagi tubuh keduanya. Keringat membasahi tubuh keduanya. *** Keesokan harinya. Suara Alarm membangunkan Zeo dari tidurnya. Ia bangun terlebih dulu daripada sang istri. “Enghh..” Zeo merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Hembusan nafas menerpa kulit lehernya membuat Zeo mengalihkan pandangan. Ia tersenyum menatap wajah cantik istrinya. Merasakan elusan di pipinya membuat Zoya bergerak tidak nyaman. Ia merasa terusik dalam tidurnya. “Emhh..” Zoya menyingkirkan tangan Zeo lalu berbalik badan memunggunginya. Zeo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN