Bab 29

1150 Kata

“Cemburu, hm?” ujar Zeo sembari mencolek dagu istrinya “Ck, apasih!?” “Nggak usah pegang-pegang!” Zoya semakin kesal melihat suaminya yang jail. Bagaimana tidak cemburu jika suaminya mendapat senyum dari perempuan lain. Mereka bukan mahrom dan seharusnya Zeo mengalihkan pandangan. “Nggak usah cemburu gitu, ah! Lagipula istri mas tetap yang menjadi pemenangnya.” Blush Seketika kedua pipi Zoya terasa panas. Ia menahan senyum setelah mendengar perkataan suaminya. “Alesan!” dan setelah itu Zoya melangkah pergi meninggalkan suaminya. Zoya malu jika senyum di hadapan suaminya. Lebih baik ia menghindar untuk menutupi rasa malunya. Zeo terkekeh geli. Ia menyusul Zoya sebelum langkah istrinya semakin jauh. “Jalannya jangan terburu-buru, sayang!” Zeo menggenggam tangan istrinya deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN