Keesokan harinya. Zoya menatap jam yang menempel di dinding kamar tidurnya. Menunjukkan pukul sembilan malam. Sebentar lagi suaminya pulang setelah sibuk seharian di Pesantren untuk mengurus para santri. Zoya tersenyum penuh arti. Ia akan melakukan sesuatu dan pastinya Zeo akan terkejut setelah pulang nanti. Zoya menunduk mengelus perutnya yang masih rata. “Sayang, Bunda mau melakukan sesuatu buat Ayah. Nanti kamu pasti akan tahu.” ucapnya sembari terkekeh geli Di sisi lain, Zeo membuka pintu rumah sembari mengucap salam. “Assalamualaikum.” salamnya “Waalaikumsalam.” “Baru pulang, Zeo!?” ujar Abah Edwin Zeo mendekat ke arah kedua Orang Tuanya lalu mencium punggung tangan mereka. “Iya, Abah, Umi. Banyak kerjaan di Pesantren.” “Ya sudah. Langsung istirahat, gih! Istrimu pasti me

