Fitnah

1015 Kata

Setelah beberapa jam berlalu dan teh di cangkir mereka sudah mulai dingin, jam dinding di ruang tamu menunjukkan pukul 11 malam. Hujan di luar mulai reda, menyisakan suara tetesan air dari atap yang jatuh pelan ke tanah. Elvan menatap jam itu sebentar, lalu menoleh ke arah Tuan Brama dan Nyonya Ratih yang kini sudah bersiap masuk kamar. “Paman, Tante, terima kasih banyak atas jamuannya malam ini. Saya pamit pulang ya,” ucapnya sopan sambil berdiri dan merapikan jas yang mulai kering. Tuan Brama mengerutkan dahi. "Lho, kenapa tidak menginap saja, Van? Sudah malam begini, jalanan masih becek. Tidur di sini dulu, besok baru pulang pagi-pagi.” Namun Elvan tersenyum dengan nada hormat. "Terima kasih banyak, Paman. Tapi saya tidak enak… saya takut nanti jadi bahan omongan tetangga. Apalagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN