Tak dihargai

1634 Kata

Keesokan paginya, cahaya matahari menembus tirai kamar Cindera yang sederhana. Ia baru saja selesai menyiapkan sarapan untuk ayah dan ibunya ketika suara motor kurir berhenti di depan rumah. “Dokter Cindera! Ada paket!” seru si kurir dari depan pagar. Cindera keluar sambil mengusap tangannya dari tepung. Ia baru saja membuat roti sederhana untuk ibunya yang sakit. Saat paket itu diserahkan, ia melihat amplop tebal bersegel emas dengan tulisan berukir halus: “Keluarga Besar Wiratama.” Jantungnya berdetak cepat. Ia membuka amplop itu perlahan — dan matanya langsung membesar. Di dalamnya terdapat undangan pernikahan lengkap dengan logo keluarga besar di bagian atas. Tulisan di bawahnya membuat tangannya bergetar hebat. “Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud menyatuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN