Fajar baru saja menyingsing ketika hari yang dinantikan tiba—hari pernikahan Elvan dan Cindera. Di dua tempat berbeda, suasana sama-sama sibuk, haru, dan penuh doa. --- Di Rumah Cindera Make-up artist mulai bersiap merias Cindera. Gadis itu duduk dengan jantung berdebar tak karuan, wajahnya pucat karena gugup, bukan karena lelah. "Assalamualaikum, saya MUA dari wo, mana calon pengantinnya?"Tanya penata rias tersebut. "Saya Ka."Cindera tersenyum. "MashaAllah, cantik banget, ini sih enggak perlu di make up udah cantik banget."Puji Penata rias tersebut. Dia kagum dengan kecantikan alami Cindera. “Naapas dulu, Cin,” bisik Nyonya Ratih sambil membelai rambut putrinya. "Iya bu, hufff ,Bismillah." Tuan Brama ikut duduk di samping, menepuk bahunya hangat, “Ayah yakin, Elvan anak yang

