Jangan Pergi Cindera

1442 Kata

Suara Pak Brama yang datang membawa album membuat Elvan tersadar. “Ini, Nak. Ada banyak sekali foto waktu kecilnya. Waktu itu dia sering main sama anak tetangga di desa… namanya Elvan juga, lucu ya?” Elvan menatap sang ayah dengan mata melebar, suaranya bergetar. “A… anak tetangga itu… saya, Pak.” Pak Brama tertegun. “Apa?” Elvan menelan ludah. “Saya Elvan… Elvan kecil yang dulu main sama Cici di Sukamerta.” Pak Brama memandangnya lama, lalu menatap foto di bingkai itu. Perlahan wajahnya melunak, penuh keharuan. “Astaga… jadi kamu anak itu? Dulu Cici sering sekali menyebut nama kamu. Waktu kita pindah, dia sedih bukan main.” Elvan tersenyum tipis, tapi matanya berkaca. > “Saya juga, Pak. Saya pikir saya nggak akan pernah ketemu dia lagi.” Suasana hening sesaat. Pak Brama ters

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN