Menemukan Cinta yang Hilang

1402 Kata

Begitu pegawai butik menyerahkan kotak perhiasan, Nadira dengan manja menoleh ke Elvan sambil tersenyum menggoda. > “Kamu bayarin ya, Van… anggap saja hadiah karena aku baru sembuh,” ujarnya lembut tapi memaksa, nada suaranya setengah manja setengah perintah. Elvan mendengus pelan, menahan kesal. Pegawai butik yang berdiri di dekat kasir menatap mereka dengan sopan, sementara Cindera hanya diam menunduk, menatap lantai marmer yang memantulkan cahaya redup. Dengan nada enggan, Elvan menyerahkan kartu kreditnya tanpa berkata sepatah kata pun. Suasana di butik itu menjadi canggung — sangat canggung. Beberapa menit kemudian, Nadira keluar dari butik dengan wajah ceria, kotak cincin kecil di tangannya. Ia menyelipkannya ke dalam tas mungilnya, lalu — tanpa ragu — menggandeng tangan Elva

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN